Gambaran Kepadatan Larva Aedes sp. di Kelurahan Hanga-hanga Permai
Overview of Aedes sp. Larvae Density in Hanga-hanga Permai Village
DOI:
https://doi.org/10.51888/jpmeo.v4i1.339Keywords:
Kepadatan larva, aedes, hanga-hanga permaiAbstract
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai jumlah kasus DBD di kelurahan Maahas Februari 2019 – Juli 2024 sebanyak 11 kasus. Kelurahan Hanga-Hanga Permai merupakan salah satu wilayah yang sepanjang 4 tahun terakhir selalu memiliki kasus DBD. Tujuan kami adalah untuk mengetahui gambaran kepadatan larva nyamuk Aedes sp. di Kelurahan Hanga-Hanga Permai. Metode Penelitian ini menggambarkan kepadatan larva Aedes sp. dengan Jenis penelitian Observasional Deskriptif yang dilakukan di Kelurahan Hanga-Hanga Permai pada bulan Juni-Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 400 rumah dengan sampel penelitian 400 rumah dan metode pengambilan data menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil: Nilai House Index (HI) 27% dengan tingkat kepadatan sedang, Container Index (CI) 16% dengan tingkat kepadatan sedang, Breteau Index (BI) 94% dengan tingkat kepadatan tinggi, ABJ 73% ≥ 95% dengan status tidak bebas jentik dan nilai HRI 0,28 dan BRI 0,71 maka nilai Maya Indeks (MI) berada pada kategori tinggi. Sebagai kesimpulan, penelitian ini memberikan wawasan tentang kontribusi kepadatan larva Aedes sp. terhadap kejadian DBD di suatu wilayah. Penelitian di masa mendatang harus membahas terkait hubungan antara variabel (HI, CI, BI, ABJ dan MI) denga kejadian DBD yang pada akhirnya memajukan pengetahuan di bidang kesehatan internasional.
Based on data from the Banggai Regency Health Office, the number of DHF cases in Maahas Village from February 2019 to July 2024 was 11 cases. Hanga-Hanga Permai Village is one of the areas that has always had DHF cases in the last 4 years. Our aim was to determine the density of Aedes sp. mosquito larvae in Hanga-Hanga Permai Village. Method: This study describes the density of Aedes sp. larvae with a Descriptive Observational research type conducted in Hanga-Hanga Permai Village in June-July 2024. The population in this study was 400 houses with a research sample of 400 houses and the data collection method used inclusion and exclusion criteria. The analysis used was univariate analysis. Results: House Index (HI) value of 27% with moderate density, Container Index (CI) 16% with moderate density, Breteau Index (BI) 94% with high density, ABJ 73% ≥ 95% with status not free of larvae and HRI value of 0.28 and BRI 0.71 then the Maya Index (MI) value is in the high category. Conclusion: In conclusion, this study provides insight into the contribution of Aedes sp larval density to the incidence of dengue fever in an area. Future research should discuss the relationship between variables (HI, CI, BI, ABJ and MI) with the incidence of dengue fever which ultimately advances knowledge in the field of international health.
References
Anggraini, D. R., Huda, S., & Agushybana, F. (2021). Faktor Perilaku Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Daerah Endemis Kota Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, Vol 12 No. 2, Hal 344-349.
Fitriyatun, N., & Putriningtyas, N. D. (2021). Indonesian Journal of Public Health and Nutrition. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, Vol 1 No 3, Hal 388–395.
Marlina. (2010). Analisis Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Linnaeus di Dusun Coring dan Kanarea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, Skripsi, Fakultas Sains dan Tekonologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatann untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Serta Pengendaliannya, Nomor 50 Tahun 2017.
Lesmana, O., & Halim, R. (2020). Gambaran Tingkat Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Kelurahan Kenali Asam Bawah Kota Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, Vol 4 No 2, Hal 59–69.
Amalia, F.Y., Astutik, E. (2019). Pengukuran Container Index Sebagai Gambaran Kepadatan Nyamuk di Daerah Endemis, Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA), Vol 2 No 2, 96-103.
Majida, A. N., & Pawenang, E. T. (2019). Resiko Kepadatan Jentik Aedes Aegypti Di Sekolah. Higeia Journal of Public Health Research and Development, Vol 3 No 3, Hal 386.
Yuniar, T.V., Joegijantoro, R., Cahyani, D.S. (2023). Analisis Faktor Risiko Kepadatan Jentik di Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Jurnal Mitra Rafflesia, Vol 15 No. 1.
Santoso, S., Margarety, I., Taviv, Y., Wempi, I. G., Mayasari, R., & Marini, M. (2018). Hubungan Karakteristik Kontainer dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti pada Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Dengue : Studi Kasus di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Vektor Penyakit, Vol 12 No 1, Hal 9–18.
Anindita, R., Sudrajat Dwi, A.N. (2022). Kepadatan Populasi Jentik Aedes sp. di Desa Karangsatria Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi. Jurnal Aspirator, Vol 14 No. 2, Hal 79-88.
Sembiring, D. B. B. (2019). Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2019. In Karya Tulis Ilmiah.
Kusumawati, N., Sukendra, M.D. (2020). Spasiotemporal Demam Berdarah Dengue Berdasarkan House Indeks (HI) Kepadatan Penduduk dan Kepadatan Rumah. Higeia Jurnal of Public Health Research and Development, Vol 4 No. 2, Hal 168-177.
Kumara, A., Mulyowati, T., Binugraheni, R. (2020). Survey Kepadatan Jentik Aedes aegypti di Kelurahan Ledok, Kota Salatiga. Jurnal Setiabudi-Cihams, Hal 17-24.
Hartati, R., Satoto, T.B.T., Murhandrawati, H.E., Widawati, M. (2021). Analisis Indikator Entomologi dan Sebaran Jentik Aedes aegypti pada Daerah Stratifikasi Endemisitas Demam Berdarah Dengue di Kota Jayapura. Aspirator Jurnal Penyakit Tular Vektor, Vol 13 No. 2, Hal 127-136.
Tawakal, F., & Azkiya, A. (2020). Diagnosa Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menggunakan Metode Learning Vector Quantization (LVQ). JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga), Vol 4 No 3, Hal 56.
Kurniawan, W., Hijriani, H. (2020). Pengaruh Pelatihan Pengendalian Vektor Demam Berdarah Terhadap Maya Indeks pada Siswa Sekolah Dasar di Majalengka. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan STIKES Widya Husada, Vol 11 No. 1, Hal 1-8.
Narmala, A.Y., Azizah R. (2019). Maya Indeks dan Kepadatan Larva Aedes aegypti antara Dusun Tegalrejo dan Dusun Krajan Kidul Nanggungan Pacitas. The Indonesia Jurnal Public Health, Vol 14 No. 2, Hal 199-209.
Ummi, K., Wahyuningsih, N. E., & Hapsari. (2017). Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Sp. (House Index) Sebagai Indikator Surveilans Vektor Demam Berdarah Dengue Di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), Vol 5 No 5, Hal 906–910.
Saraswati, D.L., Martini. (2018). Hubungan Kepadatan Jentik dengan Penyakit DBD di Kelurahan Sendangmulyo Kota Semarang Melalui Pendekatan Analisis Spasial. Jurnal Kesmasindo, Vol 5 No. 1, Hal 52-64.
Daswito, R., & Samosir, K. (2021). Physical environments of water containers and Aedes sp larvae in dengue endemic areas of Tanjungpinang Timur District. Berita Kedokteran Masyarakat, Vol 37 No. 1,Hal 13.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Ketut Ardiata, Bambang Dwicahya, Maria Kanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
